LAPORAN OBSERVASI PROSES PEMBELAJARAN IPA (BIOLOGI) - KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN

 

LAPORAN OBSERVASI PROSES PEMBELAJARAN IPA (BIOLOGI) 


KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, penulis panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada penulis. Sehingga dapat menyelesaikan laporan observasi sekolah yang berjudul Laporan Observasi Proses Pembelajaran IPA (Biologi) di SMPN”. Laporan observasi ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Kurikulum dan Pembelajaran.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam menyelesaikan laporan ini tidak akan terselesaikan tanpa adanya bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan laporan ini. Melalui tulisan ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan laporan observasi proses pembelajaran biologi di sekolah.

Terlepas dari semua itu, penulis menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasa. Oleh karena itu, penulis menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar dapat memperbaikinya. Dan harapan penulis semoga laporan observasi ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca.

 Serang, 25 November  2019

                                                                                                Penulis

 

 

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR ...................................................................................................... i

DAFTAR ISI .................................................................................................................... ii

BAB I ISI ......................................................................................................................... 1

A.    Pengertian Pembelajaran ................................................................................. 1

B.     Deskripsi Proses Kegiatan Belajar Mengajar................................................... 1

C.     Analisis Proses Pembelajaran........................................................................... 3

D.    Pembahasan Hasil Angket Guru dan Siswa.................................................... 5

BAB II PENUTUP .......................................................................................................... 9

A.    Kesimpulan ..................................................................................................... 9

DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................................... 10

LAMPIRAN-LAMPIRAN.............................................................................................. 11

A.    Foto Dokumentasi.......................................................................................... 11

B.     Profil Sekolah................................................................................................. 12

C.     RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)..................................................... 14

D.    Angket Guru................................................................................................... 27

E.     Angket Siswa.................................................................................................. 30

 

 

BAB I

ISI

A.   A.  Pengertian Pembelajaran

Pembelajaran atau learning merupakan kata yang berasal dari to learn atau belajar. Menurut (Setiawan, 2017) kata pembelajaran merupakan perpaduan dari dua aktivitas yaitu belajar dan mengajar. Aktivitas belajar secara metodologis cenderung lebih dominan pada peserta didik, sementara mengajar secara instruksional dilakukan oleh guru. Secara umum, pembelajaran merupakan suatu proses perubahan yaitu suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam interksi dengan lingkungannya. Pembelajaran dapat pula diartikan sebagai kegiatan yang dirancang oleh guru untuk membantu seseorang mempelajari suatu kemampuan atau nilai yang baru dalam suatu proses yang sistematis melalui tahapan rancangan, pelaksanaan dan evaluasi dalam konteks kegiatan belajar mengajar (Lefudin, 2017). 

Didalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah, pembelajaran merupakan aktivitas yang paling utama. Ini berarti bahwa keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung pada bagaimana proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif. Proses pembelajaran adalah proses yang di dalamnya terdapat kegiatan interaksi antara guru dan siswa serta komunikasi timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan belajar. Dalam proses pembelajaran guru dan siswa adalah dua komponen yang tidak bisa dipisahkan. Antara kedua komponen tersebut harus terjalin interaksi yang saling menunjang agar hasil belajar siswa dapat tercapai secara optimal. Pemahaman seorang guru terhadap pengertian pembelajaran akan mempengaruhi cara guru itu mengajar.

 

B.     B. Deskripsi Proses Kegiatan Belajar Mengajar

Observasi proses pembelajaran dilaksanakan di SMP Negeri 2 Saketi yang beralamat di Jl. Desa Mekarwangi No. 44, Kec. Saketi, Kab. Pandeglang, Banten, 42273. Kelas yang diobservasi adalah kelas VII. Mata pembelajaran IPA (Ilmu Pendidikan Alam) yang diobservasi adalah bagian Biologi dengan materi pembelajaran mengidentifikasi benda-benda di sekitar. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru diawali dengan kegiatan awal yaitu membuka pelajaran. Guru memasuki ruangan kelas dan menyapa siswa dengan salam. Lalu siswa memberikan salam kepada guru, salah satu siswa memimpin doa sebelum memulai proses pembelajaran. Guru selanjutnya menanyakan kabar atau kondisi siswa dilanjutkan dengan mengabsenin kehadiran siswanya. Kemudian guru menyampaikan tujuan pembelajaran pada hari ini. Siswa diberi motivasi atau rangsangan untuk memusatkan perhatian pada topik materi mengidentifikasi benda-benda di sekitar. Stimulus atau rangsangan yang guru berikan pada siswanya adalah menayangkan gambar anak yang sedang bermain bola dengan gambar sebuah robot. Guru meminta siswa untuk menyebutkan perbedaan dan persamaan dari kedua gambar yang ditayangkan. Pemberian stimulus ini merangsang siswa untuk merespon pertanyaan dari guru. Guru juga memberikan pertanyaan bagaimana ciri dari benda hidup dan benda tak hidup, untuk menjawab pertanyaan tersebut, guru meminta siswanya untuk mengamati benda-benda yang ada disekitar mereka. 

Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok kecil dan memberikan arahan kepada siswa untuk mengamati lingkungan diluar kelas. Siswa kemudian mencatat benda-benda yang berada di sekelilingnya. Setelah itu guru mengarahkan siswanya untuk kembali ke dalam kelas dan berdiskusi dengan kelompoknya mengenai ciri benda hidup dan benda tak hidup dari hasil pengamatan yang ditemukan. Siswa dapat memverifikasi hasil pengamatannya dengan data-data atau teori dari sumber buku pelajaran. Setelah waktu diskusi selesai, guru meminta siswanya untuk memaparkan hasil diskusi yang telah dilakukan. Lalu siswa mempersentasikan hasil diskusinya tentang materi mengidentifikasi benda-benda di sekitar. Guru memberikan kesempatan kepada siswa dari kelompok lain untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin pertanyaan. Setelah sesi diskusi selesai, guru menjelaskan dan merangkum secara keseluruhan mengenai materi pembelajaran yang baru dilakukan dengan bantuan media pembelajaran berupa laptop dan proyektor. Guru mengkaitkan materi pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari. Setelah itu guru meminta siswa untuk menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang telah berlangsung di dalam kelas. Guru juga menyimpulkan kembali materi pembelajaran. Kemudian pada kegiatan penutup guru memberikan post test kepada siswa untuk mengetahui sejauh mana kemampuan siswa dalam memahami materi pembelajaran hari ini. Selanjutnya guru memberikan tugas individu kepada siswa untuk materi pertemuan berikutnya. Proses pembelajaran di dalam kelas di diakhiri dengan mengucapkan salam.

  

C.   C. Analisis Proses Pembelajaran

Pembelajaran yang dilakukan di SMP Negeri 2 Saketi berlangsung dengan efektif. Kurikulum yang diterapkan di SMP Negeri 2 Saketi adalah Kurikulum 2013. Pendekatan yang digunakan dalam proses pembelajaran adalah saintifik atau pembelajaran berpusat pada siswa (student center), dengan model pembelajarannya yaitu Discovery Learning. Menurut (Johar, 2016) model Discovery Learning adalah teori belajar yang diperoleh dari penemuan konsep melalui serangkaian data atau informasi yang diperoleh melalui pengamatan atau percobaan. Pembelajaran yang berpusat pada siswa diharapkan peserta didik untuk aktif dan mandiri dalam proses belajarnya, bertanggung jawab dan berinitiatif untuk mengenali kebutuhan belajarnya, menemukan sumber-sumber informasi untuk dapat menjawab kebutuhannya, membangun serta mempresentasikan pengetahuannya berdasarkan kebutuhan serta sumber-sumber yang ditemukannya (Wahjudi, 2015). Dalam hal ini proses pembelajaran telah sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat. Di dalam kelas guru melakukan pembelajaran yang komunikatif dan berinteraksi dengan siswa sehingga siswa menjadi fokus utama dalam pembelajaran.

Proses pembelajaran biologi yang dilakukan oleh guru tidak hanya menggunakan satu metode pembelajaran. Menurut (Darmadi, 2017) metode pembelajaran adalah teknik penyajian yang dikuasai oleh guru untuk mengajar atau menyajikan bahan pelajaran kepada siswa di dalam kelas, baik secara individual maupun berkelompok agar pelajaran itu dapat diserap, dipahami dan dimanfaatkan oleh siswa dengan baik. Metode pembelajaran dapat dianggap sebagai sesuatu prosedur atau proses yang teratur untuk melakukan pembelajaran. Metode yang digunakan oleh guru di dalam kelas yaitu diskusi, tanya jawab, dan pengamatan di luar kelas. Metode diskusi yang digunakan dalam proses pembelajaran dapat menumbuhkan sikap kerjasama, menghargai pendapat orang lain dan bersosialisasi dengan teman sebayanya. Siswa menjadi lebih bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan. Dengan berdiskusi siswa dapat menumbuhkan rasa solidaritas terhadap sesama karena saat ada siswa yang belum mampu menguasai materi bisa dibantu oleh teman yang sudah memahaminya. Metode tanya jawab juga membuat siswa menjadi lebih aktif di dalam kelas. Pada kegiatan pembelajaran mengidentifikasi benda-benda, gaya penataan tempat duduk dibuat berkelompok agar  memudahkan proses diskusi. Pada saat berdiskusi, guru berkeliling dari kelompok satu ke kelompok lain untuk melihat dan memberikan arahan atau bimbingan kepada siswanya. Dalam hal ini guru berperan sebagai fasilitator. Kegiatan pengamatan terhadap benda-benda di luar kelas atau lingkungan sekitar sekolah dapat menumbuhkan rasa ingin tahu, cinta pada alam, kesadaran untuk menjaga dan memelihara lingkungan  serta kekaguman terhadap ciptaan Tuhan yang maha kuasa.

Pada saat melakukan pengamatan di lingkungan sekitar, guru memberikan kebebasan kepada siswa untuk mengeksplor lingkungan yang ada di sekitar sekolah. Sikap siswa sangat antusias ketika melakukan pengamatan secara langsung. Penyampaian materi oleh guru menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan dimengerti oleh siswa. Teknik mengajar guru untuk proses pembelajaran materi ini sangat bagus karena guru tidak hanya mengajar di dalam kelas melainkan juga terjun langsung ke lapangan untuk mengkaitkan materi pelajaran dengan lingkungan siswa. Media pembelajaran merupakan alat, metode dan teknik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pembelajaran di sekolah (Darmadi, 2017). Media pembelajaran yang digunakan oleh guru adalah laptop dan proyektor untuk menayangkan gambar dan materi pembelajaran. Namun, fasilitas seperti proyektor ini masih kurang memadai. Di SMP Negeri 2 Saketi jumlah proyektor hanya ada dua. Sehingga penggunaan proyektor masih lepas pasang bergantian dengan guru mata pelajaran lain. Media selanjutnya ada lingkungan dimana siswa dapat melalukan pengamatan secara langsung mengenai materi benda hidup dan benda tak hidup. Penggunaan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar membuat pelajaran menjadi kontekstual atau materi dikaitkan dengan lingkungan siswa sehingga siswa lebih paham mengenai materi yang dipelajari. Selain itu, pembelajaran menjadi lebih efektif karena obyek yang sedang dipelajari ada di sekitar siswa. Pada saat kegiatan di lingkungan siswa menjadi lebih aktif dan merasa senang. Media yang digunakan siswa juga ada buku paket yang digunakan untuk memverifikasi data hasil pengamatan dengan teori yang ada. Guru menggunakan media pembelajaran tergantung kebutuhan materi pembelajaran. Menurut (Sanjaya, 2008) evaluasi adalah suatu proses yang sistematis dari pengumpulan, analisis dan interpretasi informasi atau data untuk menentukan sejauh mana hasil belajar siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Evaluasi yanag dilakukan guru untuk mengetahui hasil belajar siswa dilakukan dengan melakukan pengukuran atau tes. Tes yang diberikan adalah post test, yaitu tes yang dilakukan setelah materi pembelajaran telah selesai disampaikan. Pada saat mengerjakan soal post test yang diberikan oleh guru, saya mengamati kegiatan siswa mengerjakan soal pertanyaan dengan jujur. Tidak ada satupun yang melihat jawaban dari buku melainkan mereka mengerjakan soal berdasarkan pemahamannya dari pembelajaran yang telah dilakukan.

 

D.    D. Pembahasan Hasil Angket Guru dan Siswa

Angket kegiatan belajar mengajar ini berisi kuesioner yang dimaksudkan untuk mengetahui cara mengajar guru IPA (Biologi) dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Berdasarkan angket yang telah diisi oleh guru IPA, rata-rata jawaban yang diisi oleh guru adalah baik. Diketahui bahwa di awal pembelajaran (KBM) guru menyampaikan peraturan dalam pembelajaran IPA, silabus dan RPP. Pada setiap pertemuan di kelas guru juga menyampaikan tujuan dari pembelajaran, seperti saat observasi pembelajaran guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari. Penguasaan guru terhadap materi pelajaran sudah baik, terlihat pada saat pengamatan observasi guru dapat menjelaskan materi pelajaran dengan baik. Penjelasan materi oleh guru tidak menggunakan kalimat yang berbelit-belit sehingga mudah dipahami oleh siswa. Guru menggunakan media belajar untuk memudahkan proses pembelajaran. Media yang digunakan oleh guru adalah laptop, LCD proyektor dan juga lingkungan. Saat proses pembelajaran, guru menggunakan berbagai macam metode belajar. Metode yang guru pakai yaitu diskusi, tanya jawab dan pengamatan. Di dalam kelas guru juga memberikan motivasi-motivasi belajar. Saat pembelajaran guru memberikan contoh-contoh atau kasus dan penyelesaiannya. Seperti pada saat awal pembelajaran guru memberikan contoh gambar perbedaan dan guru akan membantu siswa yang kesulitan dalam menyelesaikan masalah. Ketika sedang berdiskusi guru memandu dan memberi arahan kepada setiap kelompok juga pada saat proses tanya jawab guru memberikan kesempatan kepada siswa yang ingin bertanya.

Guru memberikan tugas individu atau kelompok secara berkala. Ketika proses pembelajaran selesai guru akan memberikan tugas kepada siswanya. Saat observasi, guru memberikan tugas yang berkaitan dengan pertemuan berikutnya. Guru akan memberikan umpan balik terhadap tugas yang diberikan kepada siswa. Umpan baliknya dapat berupa membahas tugas yang diberikan pada pertemuan berikutnya. Atau guru memberikan apresiasi kepada siswa yang dapat menyelesaikan tugasnya dengan benar. Untuk proses penilaian siswa guru memberikan penilaian sesuai dengan kemampuan siswanya. Penilaiannya dapat dilihat berdasarkan hasil post test, ulangan harian, ulangan akhir semester, dan lainnya. Saat pembelajaran guru memberikan bimbingan kepada siswanya terutama untuk siswa yang belum memahami materi pelajaran. Presentase kehadiran guru di dalam kelas baik, guru selalu masuk untuk mengajar. Dan juga presentase tepat waktu guru dalam memberikan pembelajaran baik. Hal ini menunjukan bahwa guru selalu menghadiri pertemuan di kelas dan ketepatan waktu guru dalam mengajar telah baik. Hambatan atau permasalahan yang dialami oleh guru IPA dalam proses pembelajaran adalah berkaitan dengan sarana dan prasarana yang kurang memadai. Seperti LCD proyektor yang dimiliki oleh SMP Negeri 2 Saketi hanya dua. Dan harus bergantian dengan guru lain yang juga membutuhkan media pembelajaran berupa LCD proyektor. Kelengkapan alat-alat praktikum di laboratorium juga belum memadai. Sehingga dalam kegiatan belajar mengajar kadang kala kurang efektif.

Sedangkan untuk angket siswa, sebanyak 10 orang siswa mengisi kuesioner. Kuesioner tersebut dimaksudkan untuk mengetahui cara mengajar guru IPA (Biologi) dalam kegiatan belajar mengajar di dalam kelas. Berdasarkan angket yang diisi oleh siswa, hasil dari angket diketahui bahwa kuisoner pertama di awal pembelajaran (KBM) guru IPA menyampaikan peraturan dalam pembelajaran, silabus dan RPP. Sebanyak 7 siswa menjawab baik dan 3 siswa menjawab sangat baik. Pada setiap pertemuan guru biologi menyampaikan tujuan pembelajaran, 9 siswa menjawab baik dan 1 siswa menjawab sangat baik. Ketika observasi, saat awal pembelajaran guru menyampaikan tujuan dari materi pembelajaran yang akan dipelajari. Kuesioner ketiga yaitu penguasaan guru IPA terhadap materi pembelajaran, sebanyak 6 siswa menjawab angket sangat baik dan 4 siswa lainnya menjawab baik. Ini dapat dilihat saat observasi, dalam menyampaikan materi pelajaran guru menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan dimengerti oleh siswanya. Kuseioner keempat guru IPA menggunakan media belajar seperti LCD, dan lain-lain. 8 siswa menjawab baik dan sisanya 2 orang menjawab sangat baik. Hasil observasi juga menunjukan bahwa dalam pembelajaran guru dibantu oleh media penunjang seperti laptop dan LCD proyektor serta lingkungan untuk memudahkan proses penyampaian materi pelajaran.

Kuesioner kelima yaitu guru IPA menggunakan berbagai macam metode pembelajaran. Hasil angketnya semua siswa menjawab baik. Pada saat observasi materi biologi yang diajarkan adalah mengidentifikasi benda-benda di sekitar dan metode yang digunakan saat pembelajaran tidak hanya satu. Melainkan guru memakai tiga metode sekaligus yaitu berdiskusi, tanya jawab serta pengamatan langsung di lingkungan sekolah. Kuesioner keenam guru IPA memberikan motivasi-motivasi belajar kepada siswanya. Sebanyak 7 orang siswa menjawab angket baik dan 3 sisanya menjawab sangat baik. Motivasi yang guru berikan kepada siswanya adalah memberikan tugas individu ataupun kelompok agar siswa mempelajari kembali materi yang telah diajarkan di rumah. Pemberian tugas ini memotivasi agar siswa dapat meningkatkan hasil belajarnya. Selain itu, guru juga memberikan penghargaan kepada siswa yang aktif di dalam kelas ataupun siswa yang dapat menyelesaikan tugas dengan baik dan benar.  Selanjutnya kuesioner ketujuh yaitu guru IPA memberikan contoh-contoh atau kasus dan penyelesaiannya. Jawaban dari 10 siswa adalah baik. Kuesioner kedelapan yaitu guru IPA memberikan kesempatan untuk bertanya. Sebanyak 5 siswa menjawab sangat baik dan 5 siswa lainnya menjawab baik. Saat pengamatan observasi, guru selalu memberikan kesempatan untuk siswanya bertanya mengenai materi yang belum di pahami atau tidak di mengerti. Kemudian kuesioner kesembilan adalah ketika berdiskusi guru IPA memandu keberlangsungan diskusi kelas/kelompok. Hasil angket menunjukan 7 orang siswa menjawab baik dan 3 siswa menjawab sangat baik. Ketika observasi, pada saat kegiatan diskusi berlangsung guru menjadi fasilitator atau mengawasi dan memandu acara diskusi dengan berjalan-jalan ke setiap kelompok.

Kuesioner kesepuluh adalah guru memberikan tugas individu/kelompok secara berkala. hasil angketnya sebanyak 8 orang siswa jawabannya baik dan 2 lainnya menjawab sangat baik. Berdasarkan hasil observasi diketahui bahwa pada saat kegiatan belajar mengajar di dalam kelas selesai, guru memberikan tugas di akhir mata pelajaran. Lalu kuesioner kesebelah, guru memberikan umpan balik terhadap tugas yang diberikan. 8 orang siswa mejawab baik dan sisanya 2 orang siswa menjawab sangat baik. Umpan balik yang diberikan oleh guru kepada siswa yaitu seperti membahas kembali soal atau tugas yang telah diberikan kepada siswa. Terutama difokuskan kepada siswa yang masih belum mampu menguasai materi pelajaran hari kemarin. Selanjutnya kuesioner kedua belas adalah kepuasan siswa terhadap nilai yang diberikan guru IPA. Sebanyak 6 orang siswa menjawab baik, sisanya 4 orang siswa menjawab sangat baik. Pada saat penilaian, guru IPA memberikan nilai sesuai dengan kemampuan siswa dalam menjawab soal-soal pertanyaan. Soal pertanyaan yang diberikan oleh guru sesuai dengan materi yang diajarkan di dalam kelas. Sehingga siswa dapat menjawab soal sesuai dengan materi pembelajaran dan hasil nilainya rata-rata memuaskan. Kuesioner ketiga belas yaitu guru IPA memberikan bimbingan. Berdasarkan hasil angket sebanyak 6 siswa menjawab baik, dan 4 siswa menjawab sangat baik. Hal ini dikarenakan saat kegiatan belajar mengajar berlangsung guru selain berperan sebagai motivator, juga berperan sebagai fasilitator yaitu membimbing atau mengarahkan siswa. Kemudian kuesioner keempat belas adalah Presentase kehadiran guru IPA dalam memberikan pelajaran. Hasil angket menunjukan bahwa sebanyak 8 orang siswa menjawab baik dan 2 sisanya menjawab sangat baik. Hal ini menunjukan bahwa guru IPA selalu hadir atau masuk untuk mengajar. Dan kuesioner terakhir yaitu presentase tepat waktu guru IPA  dalam memberikan pelajaran. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 9 orang siswa menjawab baik dan sisanya 1 orang siswa menjawab sangat baik. Hal ini pula menunjukan bahwa guru IPA dalam memberikan pelajaran di dalam kelas selalu datang tepat waktu.

Pada angket untuk siswa, selain mengisi kuesioner. Siswa juga mengisi saran atau komentar mengenai cara mengajar guru dalam kegiatan belajar mengajar saat observasi. Sarana atau komentar yang diberikan siswa di dalam angket berbagai macam. Berikut ini adalah beberapa saran atau komentar yang ditulis siswa untuk guru yaitu : “Pembelajaran IPA seru dan menarik bisa melakukan pengamatan secara langsung.” Ada pula siswa yang menulis saran atau komentar “Guru sudah baik dalam menyampaikan materi pembelajaran dan menggunakan media pembelajaran. Guru juga memberikan kesempatan kepada kami untuk aktif dalam pembelajaran sehingga kami merasa senang.” Lalu ada siswa yang menulis komentar bahwa “Saya suka pelajaran IPA karena gurunya menyenangkan saat mengajar dan juga baik.” Dan juga ada siswa yang menulis komentar “Pembelajaran IPA sangat seru karena proses penyampaian materi pembelajaran oleh guru IPA mudah dimengerti.” Berdasarkan saran atau komentar yang ditulis oleh beberapa siswa, saya rangkum secara keseluruhan yaitu bahwa dalam proses pembelajaran guru sudah menggunakan media pembelajaran sehingga tidak membosankan. Pembelajaran IPA biologi sangat seru dan menarik karena penyampaian materi oleh guru mudah untuk dipahami, serta siswa dapat melakukan pengamatan secara langsung di lingkungan halaman sekolah sehingga mendorong siswa menjadi lebih aktif. Sikap guru dalam mengajar sangat baik terhadap siswanya, guru juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi yang belum di pahami oleh siswa.  

 


BAB II

PENUTUP

A.    A. Kesimpulan

Pembelajaran IPA (Biologi) yang dilakukan di SMP Negeri 2 Saketi kelas VII secara keseluruhan berlangsung dengan baik. Proses pembelajaran telah sesuai dengan RPP yang telah dibuat oleh guru. Penggunaan media pembelajaran disesuaikan dengan materi yang sedang dibahas. Kurikulum yang diterapkan di SMP Negeri 2 Saketi adalah Kurikulum 2013 dengan pendekatan yang digunakan yaitu saintifik atau pembelajaran berpusat pada siswa (student center). Metode pembelajaran yang diterapkan di dalam kelas adalah discovery learningDalam menjalankan kegiatan belajar mengajar, guru mampu mengelola kelas dengan baik sehingga proses pembelajaran berlangsung secara kondusif. Guru juga menguasai materi pembelajaran dengan baik. Peran guru di dalam kelas sebagai fasilitator dan juga motivator yaitu memberikan arahan atau bimbingan dan juga memberi motivasi untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Proses pembelajaran menggunakan lebih dari satu metode pembelajaran. Metode pembelajaran yang diterapkan di dalam kelas yaitu diskusi, tanya jawab dan juga pengamatan di lingkungan sekitar. Ketiga metode pembelajaran tersebut mendorong siswa menjadi lebih aktif saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Darmadi, H. (2017). Pengembangan Model dan Metode Pembelajaran dadam Dinamika Belajar Siswa. Yogyakarta : Deepublish.

Laefudin. (2017). Belajar dan Pembelajaran. Yogyakarta : Deepublish.

Sanjaya, W. (2008). Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta : Prenadamedia Group.

Setiawan, M. (2017). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Uwais Inspirasi Indonesia.

Wahjudi, E. (2015). Penerapan Discovery Learning dalam Pembelajaran IPA Sebagai Upaya Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IX-I di SMP Negeri 1 Kalianget. Jurnal Lentera Sains (Lensa). 5(1) : 1-16 hlm.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Laporan Biologi - Percobaan Bunga Berwarna

Pendidikan Pancasila - Esensi dan Urgensi Pendidikan Pancasila Untuk Masa Depan

Pengantar Pendidikan - Sistem Kelembagaan dan Pengelolaan Pendidikan Nasional